Friday, July 27, 2012

Pangandaran

Dikalanya aku menatap diri,

seperti cermin tak berduri

jingga jingga pudar,

laksana putih dalam ombak senja pangandaran,

 

Aku pergi,

seumpama jiwa dalam ruh ruh puisi

ditenggelamkan masa~tak terperi

aku mencintainya, sama sepertimu,

 

Dan dialog ini berakhir ujung malam,

ketika purnama yang aku taruhkan

hanya tersenyum disudut kotak bumi,

 

Lenyap-lenyap-lenyap

hilang dalam sekelebat,

aku takkan bosan mempuisikanmu lagi,

pagi tepi janji~pangandaran
Share:

0 comments:

Post a Comment

Biografi

M.L.A. Mistam Lahir Duapuluh sekian tahun yang lalu. Belajar menulis puisi dan cerita pendek dari tahun 2010. Saat ini sedang menggemari membaca cerita dan menonton DVD. Buku-bukunya yang telah terbit “Yang Kucintai Selain Puisi (2013)”, “Aku Selalu Bisa Pulang (2014)”, “Apabila Denganmu (2015)", “Lelaki Pejuang Kuota (2016)", “Karena Di Dalam Lubuk Hatiku (2017)". Beberapa puisi dan cerpennya pernah diikutkan dalam beberapa buku “Sepasang Sayap yang Menerbangkan Ingatan (2012)”, “Antologi @puisi__cinta (2013)”, “Laut (2013)”, “Kepak Sayap-sayap (2014)” Sampai saat ini masih aktif membaca dan menulis bersama komunitas Banyuasin. Di blognya mohamadlatif.com ia masih suka menularkan rasa keegoisannya. Saat ini sedang sibuk mengerjakan sebuah buku terbarunya.

Hosting Unlimited Indonesia